Kunjungan Kerja ke Desa Durian Sebatang Ketumenggungan Sekucing Kualan – Seponti KKU

Tim Kunjungan LMA Dayak Tobag yang dipimpin Patih Mangku Adat, pada tgl 16 Mei 2026 sesuai agenda mengunjungi Masyarakat Adat di Desa Durian Sebatang Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara, KALBAR. Desa Durian Sebatang untuk saat ini masih dalam naungan Ketumenggungan Adat Sekucing Kualan Benua Labai Labai. Tim berangkat pada tgl 15 Mei 2026 melalui darat dan 4 orang bersama Patih menginap di Sekucing Bulin, 3 orang termasuk Singapati berangkat subuh dan tiba pagi harinya.

Berangkat pagi tgl 16 Mei jam 7 lewat menuju Durian Sebatang dari pelabuhan tambang yang masih beroperasi didesa setempat. Perjalanan melalui sungai dengan 3 unit speedboat 15 hp. Dalam Kesempatan ini Patih Mangku Adat didampingi: Singapati, Rangga Hulujati, Ria Hulujaga, Tumenggung Adat Beginjan, dan Ketua Sanggar Sri Kuning LMADT. Tumenggung Adat Sekucing Kualan turut mendampingi bersama beberapa staff dan jajarannya yang berasal dari Dusun Sekucing Bulin.

Jaya Adat Durian Sebatang @ bapak Aliansyah Liun dan tokoh masyarakat adat nya menyambut dengan hangat. Acara dengan format Temu Wicara pun dimulai, diawali dengan kata sambutan dan perkenalan oleh Kepala dusun/Kawil setempat dan Jaya Adat Durian Sebatang. Patih Mangku Adat menyampaikan program dan kegiatan LMA Dayak Tobag dalam upaya penguatan dan harmonisasi masyarakat adat. Singapati juga menyampaikan supaya Pengurus bersinergi dengan Pemdes dan rukun dalam kehidupan bermasyarakat. Ria Hulujaga menyampaikan pentingnya pemahaman hukum adat dan hukum negara, agar bisa saling menguatkan. Rangga Hulujati mengingatkan pentingnya kepedulian generasi muda untuk kuatnya komunitas adat, dan juga menyampaikan giat rencana Pembangunan Dango Singkap. Tumenggung Adat Beginjan menyampaikan agar pengurus benar dan tepat dalam membuat keputusan adat, mengingat adanya Buku Hukum Adat yang menjadi pedoman. Tumenggung Adat Sekucing Kualan yang menaungi Ketumenggungan akan siap mendampingi Jaya Adat Durian Sebatang dan jajarannya, meminta pengurus kompak, dan berupaya membantu mempersiapkan Desa Durian Sebatang untuk menjadi Ketumenggungan sendiri nantinya. Kemudian dilanjutkan sesi dialog dan tanya jawab.

Dalam giat kali ini ada beberapa hal yang menjadi fokus Masyarakat Adat Desa Durian Sebatang, diantaranya:

  1. Penerapan Hukum Adat yang harus sesuai dengan ketentuan dalam Buku Hukum Adat, baik dengan satu komunitas dan masalah dengan komunitas lain lebih mengutamakan asas kekeluargaan dan adat.
  2. Jaya Adat diberi mandat memilih meminta tokoh masyarakat untuk menjadi Pesirah di setiap dusunnya, untuk upaya pembenahan struktur adat, dan dalam hal ini tetap dalam koordinasi Tumenggung.
  3. Kerja sama masyarakat adat.
  4. Memberi pemahaman tentang adat kepada generasi muda.
  5. Perlunya dukungan dan partisipasi masyarakat dalam membangun Dango Singkap.
  6. Selalu berkomunikasi dengan Pimpinan LMA Dayak Tobag.
  7. Penataan peta wilayah adat dan upaya mendorong adanya hutan adat.


Kemudian selanjutnya acara pemberian Buku Hukum Adat secara simbolis oleh Tumenggung Adat Sekucing Kualan Kepada Jaya Adat Durian Sebatang. Acara diakhiri dengan sesi Poto bersama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang LMA-DT

Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag (LMA-DT) dibentuk sebagai wadah perjuangan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Dayak Tobag. Maksud utama dari keberadaan LMA-DT adalah untuk memperkuat kelembagaan adat, hukum adat, dan tradisi budaya sebagai identitas yang harus dijaga dan dihormati oleh seluruh masyarakat.

Visi

Dayak Tobag yang kuat dalam Kelembagaan Adat, kuat dalam Hukum Adat, kuat Adat Budayanya, Mandiri Masyarakat Adatnya, dan harmoni dengan alamnya.

Misi

 

  1. Memperkuat eksistensi Kelembagaan Adat.
  2. Memperkuat dan menjaga marwah hukum adat.
  3. Membangun sinergi dengan lembaga adat lain dan pihak LSM yang bergerak dalam adat budaya dan alam.
  4. Membangun hubungan yang harmonis yang saling menguatkan dengan dunia usaha.
  5. Menjaga, melestarikan, dan mempromosikan Adat Budaya.
  6. Mengali dan menjaga peninggalan budaya.
  7. Menjaga tanah air, dan menjaga keseimbangan alam dalam wilayah adat.

 

Kategori Blog

@2025 Lembaga Masyarakat Adat Dayak Tobag. All rights reserved.