lmadt.org. LMA Dayak Tobag sampai tingkat Ketumenggungan Adat Dayak Tobag di Kecamatan Tayan Hilir turut serta dalam menyemarakan Gawai Munjong Raya I yang diselenggarakan DAD Tayan Hilir. Kegiatan ini pertama kali diadakan oleh DAD Tayan Hilir pada mulai tanggal 23-25 Juni 2025, bertempat di Rumah Radakng (Betang) Munggu Tapis jalan Trans Kalimantan Desa Sejotang Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Gawai Adat ini merupakan wujud ekspresi komunitas adat kecamatan Tayan Hilir. Kegiatan ini sudah digagas masa Pak Acam, SE menjadi Ketua DAD Tayan Hilir, dan sekarang baru bisa diwujudkan masa pak Yanto Laong,S.si., menjadi ketua DAD periode keduanya. Ketiga Legislatif Dayak Tobag yaitu bapak Anselmus Efendi, SH. (Ketua Panitia), bapak SAIFIN (Sekretaris Panitia), dan bapak Bison (Bendahara Panitia) menjadi motor penggerak jalannya Gawai Munjong Raya I ini. LMA Dayak Tobag diminta untuk mengurusi Ritual Adat mulai persiapan sampai selesai penyelengaraan Gawai. Pembukaan Gawai Munjong Raya I oleh Bupati Sanggau dengan memukul gong sebanyak 7 (tujuh) kali. Dalam kesempatan ini pula, bapak Ketua DAD Sanggau melantik pengurus DAD Kecamatan Tayan Hilir yang baru dan Bapak Bupati Sanggau menyerahkan Piagam Penghargaan bagi Organisasi Adat dan Perusahaan pendonasi kegiatan adat. LMA Dayak Tobag pada kesempatan ini menerima anugrah Piagam tersebut.
Melakukan Ritual Ancak dan Pendirian Mandoh Gawai Munjong Raya I – Tayan
Pada tanggal 22 Juni 2026 LMA Dayak Tobag melaksanakan Ritual ancak dan Pendirian Mandoh Gawai Munjong Raya I di area Rumah Radakng Munggu Tapis Jl. Trans Kalimantan Desa Sejotang Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Ritual adat dipimpin Puawang Agok @ bapak Y. Tindo, didampingi Puawang Tua @ bapak Selang dan Singapati Dayak Tobag. Ritual disaksikan Patih Mangku Adat dan Patinggi Hulujurong serta beberapa orang Panitia Gawai. Ritual Ancak bertujuan membersihan dan menyucikan area rumah Radakng dari pengaruh jahat (negatif) dan mohon perlindungan leluhur setempat untuk menjaga sekitar area dari hal-hal hal buruk. Pendirian mandoh dilakukan sebagai simbol penjaga pelindung area, para pengunjung, tetamu, peserta dan panitia dari tindakan perilaku oknum atau kelompok orang yang dengan sengaja tidak sengaja mengganggu merusak kegiatan dan lingkungan Gawai Munjong Raya. Gawai Munjong Raya memakai Amar Kuasa Pati Benua Adat Sepode’. Setelah pemasangan ancak dan pendirian mandoh, rentua ada larangan dan pantangan yang disampaikan Puawang Agok kepada Panitia. Selanjutnya panitia akan mengumumkan amar tersebut kepada halayak ramai dilingkungan Gawai Munjong Raya, baik
Ritual Adat Oko Parak di Dusun Pasir Benua Mangku Kamit – Meliau
Pada tanggal 20 Juni 2025 jam 09:00 WIB di dusun Pasir Desa Melobo Benua Mangku Kamit Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, diadakan Ritual adat oko’ Parak bagian dari adat bamale’ yang disebut juga adat Sumak Labat. Adat Sumak Labat ini dilakukan bila ada pelecehan susila terhadap tua atau pun yang muda. Ritual dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk yang diakibatkan kejadian tersebut diatas. Dan ini menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak melakukan hal serupa. Menurut Kawil Dusun Pasir @ bapak Bondan. Setelah ritual ini dilaksanakan, esok harinya akan diadakan Ritual adat penyucian kampung karena adat penyombe’ Kampong sudah dilunasi. Kawil juga menekankan agar seluruh pihak untuk menjaga pergaulan dan lebih beretika. Agar Marwah adat terjaga dan Agama pun berjalan dengan baik.
Ritual Munjong dan Umpan Kampong Tanjung Beringin Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya
Ritual Munjong dan Umpan Kampong Tanjung Beringin Desa Tanjung Beringin Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan tanggal 20 Juni 2025. Menurut Tumenggung Adat Desa Tanjung Beringin @ bapak Sudin yang menyampaikan berita ini, Ritual masih terus berjalan setiap tahunnya. Dimasa ketumenggungan yang dipimpinnya, area pedagi sebagai tempat ritual sudah mulai ditata secara bertahap. Masyarakat adat setiap tahunnya bersyukur dan bayar niat dalam ritual ini. Ritual umpan Kampong juga diadakan untuk mencegah wabah penyakit dan hawa jahat di lingkungan kampung Tanjung Beringin.
LMA Dayak Tobag menghadiri Gawai Bungas Taun II di Pemasak – Meliau
Pada tanggal 19 Juni 2025, LMA Dayak Tobag memenuhi undangan Majelis Tinggi Adat Budaya Dayak Desa (MaTAB-DD) dan hadir dalam acara Gawai Bungas Taun II di Dusun Pemasak Desa Baru Lombak Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. LMA Dayak Tobag yang hadir memenuhi undangan adalah: Patih Mangku Adat Dayak Tobag bersama Patinggi Hulujurong, Tumenggung Adat Tanjung Bunut dan Rangga Jati Benua Jaya Sempurna. Kegiatan Gawai Bungas Taun II dibuka Bapak Bupati Sanggau. Momen ini sangat spesial bagi masyarakat adat Dayak Desa dimana Bupati adalah putra asli Dayak Desa. Acara ini juga menjadi sarana silahturahmi bagi Pak Y. Ontot. yang juga adalah Ketua Pembina Majelis Tinggi Adat Budaya Dayak Desa. Dayak Tobag merupakan tetangga kerabat Dayak Desa dimana batas wilayah nya ada di sungai galing-danau batu, Embaloh-balai belungai, Teraju-modang, dan bawang bantel luar-sekucing Labai. Dayak Tobag dan Dayak Desa berasal dari turunan yang sama yaitu dari stanmenras/rumpun Dayak Darat. Jadi secara historis masih satu kekerabatan.
Menghadiri Pengukuhan Tumenggung Kenaik PPTH – Tayan Hilir
Patih Mangku Adat Dayak Tobag – LMA Dayak Tobag, menghadiri undangan Pemangkao Poyo Tono Hibun (PPTH) – Kenaik pada tanggal 13 Juni 2025 dalam acara Ritual Adat pengukuhan Tumenggung Adat Desa Kenaik (uang 8) @ bapak Akong dan Kecamatan Dayak Hibun Kecamatan (uang 12) @ bapak Daros. Pengukuhan yang diselenggarakan dengan ritual adat besar Dayak Hibun, yang dilakukan 3 (tiga) Macan Budaya diantaranya bapak Pundong, bapak Yom, dan bapak Lio. Ritual sendiri dipimpin bapak Pundong sebagai kepala Macan Budaya Dayak Hibun. Para Tetamu dan Masyarakat adat Hibun memenuhi tempat ritual dan menyaksikan dengan Hikmat. Ritual dengan upacara besar ini masih terus dilestarikan Dayak Hibun. Pemontuh Agung PPTH @ bapak Suwondo menyampaikan kalau PPTH sudah berbadan hukum Kemenhumkam sejak tahun 2022, mungkin organisasi adat yang pertama memiliki badan hukum di Kalimantan Barat saat itu. PPTH akan terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya Dayak Hibun. Suwondo mengingatkan para pemangku jabatan dan wakil rakyat, agar lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat adat dan membantu menguatkan adat budayanya.
Penyelesaian Adat Pati Nyawa korban lakalantas di Polsek – Tayan
Mangku Adat atau Pati Adat Benua Jaya Sempurna mendampingi Tumenggung Adat Desa Lalang untuk penyelesaian Adat Pati Nyawa Korban Lakalantas yang difasilitasi Polsek Tayan, pada tanggal 12 Juni 2025 dikantor Polsek Tayan. Korban lakalantas adalah masyarakat adat Benua Sepode’ Dusun Lais Desa Lalang Kecamatan Tayan Hilir. Tumenggung Adat Desa Lalang @ bapak Soni berterima kasih kepada pihak Polsek dan Mangku Adat Benua Jaya Sempurna yang telah banyak membantu dalam upaya penyelesaian Adat Pati Nyawa korban lakalantas yang merupakan masyarakat adat wilayah amarnya. Polsek Tayan menyampaikan bahwa apa yang dilakukan mereka adalah bagian dari pelayanan bagi warga masyarakat. Pihak Polsek juga mengingatkan agar kedepannya nanti, apapun permasalahan dalam masyarakat hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu. Mediasi dilakukan apabila kedua belah pihak agak kesulitan dalam berkomunikasnya. Mangku Adat Benua Jaya Sempurna menyampaikan kalau pihaknya akan selalu dengan ringan hati membantu penyelesaian segala permasalahan, apalagi terkait salah satu masyarakat adat dalam wilayahnya yang bermasalah, dan itu adalah tugasnya.
Ritual Adat Munjong Kampong Selutung Benua Jaya Sempurna – Tayan Hilir
Pada tanggal 8 Juni 2025 dilaksanakan Ritual Munjong Kampong Selutung Benua Jaya Sempurna Desa Tanjung Bunut Kecamatan Tayan Hilir. Ungkapan syukur tahunan di dusun Selutung ini diselenggarakan setiap awal bulan Juni setiap tahunnya. Masyarakat adat sangat antusias dan semangat menghadiri kegiatan ritual ini. Bapak Bison sebagai tokoh masyarakat adat Selutung menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam setiap event dan penyelenggaraan suatu acara didalam masyarakat. Hal itu dilakukan agar acaranya dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Bapak Bison yang juga adalah anggota legislatif kabupaten Sanggau akan senantiasa mendukung dan membantu setiap kegiatan yang ada di daerahnya, terlebih dikampungnya sendiri. Beliau juga menghimbau agar segenap lapisan masyarakat adat mulai sadar dan harus tau jatidirinya sebagai orang Dayak yang beradat dan berbudaya. Ritual Munjong Kampong adalah salah satu dari banyaknya simbol budaya yang ada dalam hidup masyarakat adat Dayak Tobag.
Ritual penyucian kampung Temurak – Meliau
Puawang Benua Adat Mangku Kamit @ bapak Agus Maisuba melakukan Ritual Penyucian Kampung Temurak Desa Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, pada tanggal 6 Juni 2025 malam di Aula Dusun Temurak. Rangga Jati (Ketua Pemuda) Benua Mangku Kamit @ Petronius yang menyampaikan berita ini mengatakan kalau acara tersebut digagas Jajaran Pengurus Adat di Dusun Temurak. Hal tersebut dilakukan karena banyak peristiwa mistis yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pemuda Dayak Tobag Benua Mangku Kamit yang dipimpin nya selalu siap mendukung dan membantu penyelenggaraan setiap event atau kegiatan adat dan budaya di wilayahnya. Menurut Puawang Tua @ Agus Maisuba, Ritual Penyucian penting dilakukan untuk meminimalisir kekuatan jahat dan pengaruh-pengaruh negatif yang selalu mengganggu dan ingin menguasai hidup manusia. Dalam budaya Dayak Tobag, kita bisa menyekat dimensi dunia manusia dengan dunia roh gaib ( yang jahat). Untuk memperkuat tembok penyekat itu maka biasanya dilakukan Pantang Pemali. Kita sebagai masyarakat adat secara roh bersatu membendung kekuatan jahat. Perlawanan terhadap kekuatan jahat bukan hanya dalam agama saja, dalam adat pun sama.
LMA Dayak Tobag melakukan Audensi dengan PT.STIM – Tayan
LMA Dayak Tobag kembali melakukakan Audensi untuk mempererat silahturahmi dengang dunia usaha yang berada diwilayah adat Dayak Tobag. Kali ini LMA Dayak Tobag mengunjungi PT.STIM – yang berada di wilayah Benua Raya Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, pada tanggal 5 Juni 2025. Dalam audensi kali ini Patih Mangku Adat (Ketum LMADT) didampingi Singapati Dayak Tobag @ bapak Sri Hartono, Patinggi Mangku Adat (Koordinator Pati Adat) @ bapak Nadi, Patinggi Huludampar (Sekretaris Umum) @ bapak Toni, Patinggi Hulujurong (Bendahara Umum) @ bapak K.Ejanto, S.Pdk., dan Pati Adat (Ketua Wilayah Benua) Benua Raya @ bapak Apomin. LMA Dayak Tobag disambut baik oleh manajemen PT.STIM. Diawali perkenalan oleh Patih Mangku Adat dan dilanjutkan Obrolan cukup santai dan hangat. Patih Mangku Adat menyampaikan posisi dan peran LMA Dayak Tobag, tentu ada sedikit perbedaan dengan DAD Tayan Hilir. Singapati menekankan wilayah adat sudah mutlak, kalau DAD Tayan Hilir hanya rumah/wadah bagi sub-sub suku yang ada dikecamatan. Patinggi Mangku Adat menyampaikan pentingnya sinergi untuk menjaga iklim kerja tetap baik dan nyaman. Patinggi Huludampar menyampaikan agar tidak ada pembedaan perlakuan dengan ormas-ormas yang ada. Patinggi Hulujurong juga menekankan kalau LMA Dayak Tobag ingin maju bersama, dunia usaha maju dan adat budaya juga maju. Pihak Manajemen PT.STIM sangat paham dengan apa yang disampaikan. Maka PT.STIM akan membantu termasuk pendanaan yang tentunya mengikuti prosedur yang biasa kita lakukan. Untuk tenaga kerja, pihak PT.STIM juga akan berkomunikasi dengan pihak kuasa wilayah adat agar tidak ada lagi kesalah pahaman tentang rekruitmen tenaga kerja (berdasar ring 1-2-3). PT.STIM tetap mengutamakan masyarakat kecamatan Tayan Hilir.