Patinggi Huludampar @ bapak Toni dan Kades Subah bapak Y. Atin memfasilitasi pertemuan antara PT.SKR dengan Rio Sepuh Adat @ bapak K. Kimleng. Pertemuan tersebut membahas terkait Hak Guna Usaha (HGU) yang tumpang tindih dengan lahan masyarakat adat. Bapak K. Kimleng menyampaikan agar pihak perusahaan memperbaiki dan merevisi peta HGU yang ada pada mereka. Pelaksanaan pemetaan untuk penyesuaian HGU yang sebenarnya harus melibatkan Pemerintah Desa dan masyarakat adat yang terkena lahannya. Patinggi Huludampar dan Kades pun senada, agar perbaikan tersebut dilakukan sesegera mungkin. Hal itu dilakukan untuk mencegah konflik terkait tumpang tindih lahan tersebut. Kades pun meminta kerjasama semua pihak, dan kesungguhan PT.SKR.
Mendampingi Tumenggung Adat Desa Beginjan di PMKS PT.SBI terkait penyegelan aset PT MKP – Tayan Hilir
Diwilayah Benua Adat Damang Ria Ketumenggungan Beginjan Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau pada tanggal 24 Juli 2025 jam 10:00 WIB di Kantor PMKS PT.SBI, Patih Mangku Adat (Ketum LMADT) bersama Ketua BPD Beginjan mendampingi Tumenggung Adat Desa Beginjan. Tujuan ke Kantor PMKS PT.SBI adalah memberitahu rencana penyegelan aset PT.MKP yang masih ada diarea pabrik tersebut. Dilakukan penyegelan dikarenakan tidak ada lagi komunikasi lanjut dari PT.MKP terkait hutang adat yang belum terlunasi. Setelah pemberitahuan ke pihak PMKS PT.SBI tersebut, selanjutnya Tumenggung Adat memberikan surat pemberitahuan kepada pihak. PT.MKP, Dan tembusan surat disampaikan Kepada DAD Kabupaten dan Kecamatan, Kapolres, Camat, Kapolsek, Koramil, TBBR Kabupaten/kecamatan, Pemangkao PTH, Taba Menguna, dan MABM. Penyegelan berlaku sejak surat pemberitahuan disampaikan.
Mendampingi Plt Mangku Adat dalam acara pertunangan putri Puawang Benua Mangku Kamit – Meliau
Diwilayah Benua Adat Mangku Kamit Ketumenggungan Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, Patih Mangku Adat (Ketum LMADT) mendampingi Plt. Mangku Adat atau Pati Benua Mangku Kamit @ bapak D.Midin pada tanggal 7 Juli 2025 jam 19:00 WIB di kediaman Puawang Benua Mangku Kamit @ bapak Agus Maisuba, Desa Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Dalam acara pertunangan besar atau pra gawai raya nikah adat menurut Dayak Tobag. Prosesi adat pertunangan besar di arahkan oleh Jaya Adat Temurak @ bapak Bidin dan Pesirah Adat @ bapak Mario. Pihak keluarga besar Agus Maisuba dan Jajaran Pengurus Benua Mangku Kamit duduk berhadapan dengan Pihak calon tunangan putri bapak Agus M. Prosesi berjalan dengan hikmat lancar dan sukses, mulai dari salam penerimaan, serah terima barang hantaran dan pemasangan cincin. Disela-sela kata dan pembicaraan, diselipi juga pantun-pantun yang menghibur. Prosesi diakhiri makat Berintang (makan beradat) dan pemberian bingkisan dari para kerabat/waris bapak Agus M. Setelah prosesi pemberian bingkisan selesai, kemudian dilanjutkan acara bebas berupa hiburan dan minum tuak. Suasana acara sangat meriah. Mengingat jarang sekali masyarakat adat yang mengadopsi acara pertunangan besar atau pragawai raya nikah adat Dayak Tobag ini.
Melakukan Ritual Pemberangkan Kontingen DAD Tayan Hilir ke Gawai Nosu Minu Podi XXI – Tayan Hilir
Puawang Agok @ bapak Y.Tindo sebagai Imam Ritual Besar Dayak Tobag melaksanakan mandat LMA Dayak Tobag untuk melakukan ritual pemberangkatan kontingen DAD Tayan Hilir menuju tempat penyelenggaraan Gawai Nosu Minu Podi XXI Sanggau, pada tanggal 6 Juli 2025 jam 13:00 WIB di Rumah Radakng (Betang) Munggu’ Tapis Tayan. Pelaksanaan ritual didampingi Singapati @ bapak Sri Hartono dan Patih Mangku Adat Dayak Tobag. Ritual pemberangkatan dilakukan bertujuan agar dalam perjalanan peserta kontingen DAD Tayan Hilir senantiasa dilindungi dan didampingi Roh Leluhur dan tiba dengan selamat, serta terhindar dan dijauhi roh-roh/pengaruh jahat (hal-hal negatif), baik dalam perjalanan keberangkatan menuju lokasi dan dilokasi penyelenggaraan Gawai sampai kembalinya ke Tayan. Camat Tayan Hilir didampingi Ketua Panitia @ bapak Anselmus Efendi, SH. melakukan pelepasan kontingen DAD Tayan Hilir, dan berpesan kepada peserta kontingen agar menjaga kebersamaan, ketertiban dan keamanan. Berangkat dengan semangat dan kembali dalam kondisi baik dan sehat. Turut hadir Wakapolsek Tayan Hilir, Ketua DAD Tayan Hilir serta para tokoh adat Tayan. Kontingen berangkat mengunakan satu unit bis untuk peserta dan satu truck untuk angkutan barang. Dan ada beberapa peserta kontingen dan Panitia mengunakan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor.
Mendampingi Plt Mangku Adat dalam acara pernikahan di Temurak – Meliau
Pada tgl 4 Juli 2025 diwilayah Benua adat Mangku Kamit Ketumenggungan Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, Patih Mangku Adat (Ketum LMADT) mendampingi Pelaksana Tugas Mangku Adat atau Pati Benua Adat Mangku Kamit dalam prosesi adat pernikahan di dusun Temurak Desa Meliau Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Plt. Mangku Adat terus berupaya menata proses adat diwilayahnya sesuai ketentuan dan aturan Adat Dayak Tobag. Jajaran Ketumenggungan di Termurak turut hadir semuanya. Plt. Mangku Adat juga membiasakan jajarannya untuk tampil dan berbicara sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Prosesi ritual pipis dan calek tetap dilakukan dalam rumah mempelai. Sedangkan prosesi adat basasi dilakukan digongak (pelataran tempat resepsi) depan rumah mempelai yang terbuka. Hal itu dilakukan agar semua waris dan tetamu bisa turut serta dalam prosesi adat basasi sebagai acara puncak dalam Adat Pernikahan Dayak Tobag. Setelah adat basasi selesai dengan pemadaman pelita, kemudian dilakukan penandatanganan Surat Nikah Adat dan pengambilan dokumentasi.
LMA Dayak Tobag turut serta dalam acara SERASI – PT.ANTAM
Singapati @ bapak Sri Hartono, Patinggi Huludampar @ bapak Toni, A.Md., Patinggi Hulujurong @ bapak K.Ejanto, S.Pdk., dan Puawang Agok @ Y.Tindo mewakili LMA Dayak Tobag turut serta dalam acara Sinergi Kolaboratif Untuk Masyarakat Cerdas Iklim (SERASI) yang diselenggarakan PT.ANTAM.Tbk, pada tanggal 30 Juni 2025 di Kompleks Camp Site PT.ANTAM.Tbk, Tayan. SERASI menyampaikan pentingnya pengetahuan tentang iklim dan dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia. Agar iklim ini terjaga dengan baik, maka setiap pihak secara sadar bersama-sama menjaganya. Selain LMA Dayak Tobag yang hadir dalam forum tersebut, diantaranya: WALHI, LSM dan lembaga terkait iklim dan lingkungan hidup. LMA Dayak Tobag sangat menyambut baik acara yang diselenggarakan PT.ANTAM tersebut. Mengingat Adat Dayak Tobag menekankan sangat perlunya keseimbangan alam dalam kehidupan manusia. Adat Dayak Tobag juga mengatur hubungan antara manusia dengan alam, agar harmoni. Alam indah, manusia ceria.
Mangku Adat/Pati Benua Jaya Sempurna mendampingi mediasi penyelesaian masalah Lakalantas di Polsek Toba Teraju
Pada tanggal 26 Juni 2025, Mangku Adat atau Pati Benua Jaya Sempurna @ bapak Suryadi mendampingi mediasi dalam penyelesaian adat patinyawa – masalah Lakalantas, di kantor Polsek Toba Teraju Kabupaten Sanggau. Pihak Polsek menyerahkan penyelesaian secara kekeluargaan menurut kearifan lokal. Kecelakaan lalulintas tersebut menelan korban meninggal adalah cucu dari Tumenggung Adat Desa Tanjung Bunut, anak dan menantunya menderita luka berat. Adat Pati Nyawa dipenuhi pihak yang menabrak korban untuk korban yang meninggal, sedangkan biaya perawatan medis untuk korban yang terluka berat juga ditanggung yang bersangkutan. Mangku Adat/ Pati Benua Jaya Sempurna menerima permintaan maaf pihak penabrak korban. Mangku Adat memberi saran untuk terus berkomunikasi sampai pulihnya kedua korban yang madi’ dirawat. Pihak keluarga korban pun iklas dengan korban yang meninggal, dan mereka tidak akan dendam asal yang bersangkutan beritikat baik serta menjaga komunikasi.
Ritual Adat Munjong Kampong Keramas Desa Sebemban – Tayan Hilir
Pada tanggal 26 Juni 2025, diadakan Ritual Munjong Kampong Keramas Desa Sebemban Benua Jaya Sempurna Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Ritual dilaksanakan Pedagi Pemakaman Kek Lahim. Pedagi adalah tempat yang dikeramatkan atau disucikan. Kek Lahim adalah leluhur masyarakat adat kampung Keramas. Puawang Pedagi adalah bapak Nemesius ASEN, dalam melaksanakan ritual beliau didampingi Pak Merion keturunan ketiga dari Kek Lahim, bapak Kuantan dan bapak Kader. Munjong adalah ungkapan syukur masyarakat adat kepada Jebata dan Leluhurnya. Ritual adat Munjong sebagai ritual penutup tahun kalender adat. Menurut bapak Paulinus Kawil Dusun Keramas yang menyampaikan berita ini. Pihak pemerintah desa akan menata lingkungan pemakaman keramat kedepannya. Jalan dan bangunan sudah diperbaiki, tinggal beberapa bagian dan dermaga yang akan dibangun kembali.
Melakukan Ritual Pipis dan Penurunan Mandoh Gawai Munjong Raya I di Rumah Radakng Munggu Tapis – Tayan
LMA Dayak Tobag melalui Puawang Agok @ bapak Y.Tindo melaksanakan Ritual Pipis dan Penurunan Mandoh Gawai Munjong Raya I, pada tanggal 26 Juni 2025 di area Rumah Radakng Munggu Tapis, jalan Trans Kalimantan Desa Sejotang Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Patinggi Hulujurong Dayak Tobag @ bapak K.Ejanto, S.Pdk., dan Rangga Jati Benua Jaya Sempurna @ Sidin mendampingi Puawang Agok dalam pelaksanaan ritual. Ritual dimasuk sebagai tanda terima kasih kepada Leluhur yang senantiasa mendampingi Masyarakat Adat dalam Gawai Munjong Raya tersebut. Sehingga Kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik dan sukses. Dengan ritual tersebut Puawang Agok mengembalikan dan memulangkan roh-roh penjaga area rumah Radakng selama Gawai. Kondisi area rumah Radakng Munggu Tapis dinetralkan kembali seperti biasanya. Kita dapat melihat, betapa harmoninya Adat dengan Alam yang tercermin dalam ritual ini. Semoga manusia senantiasa menjaga hubungan baik dengan alam, demikian Adat Dayak Tobag menekankan.
LMA Dayak Tobag turut serta dalam Ritual Meruba Raja Hulu Aik – Ketapang
Kesekian kalinya sejak tahun 2012 LMA Dayak Tobag turut serta dalam Ritual Meruba Kerajaan Hulu Aik yang dilaksanakan setiap tanggal 24-25 Juni di kompleks istana Raja Hulu Aik, laman Sengkuang Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. Turut serta dalam ritual Meruba tahun 2025 ini, Rombongan LMA Dayak Tobag terdiri dari: Patih Mangku Adat, Mangku adat benua Jaya Sempurna, Mangku adat benua Kapuas Jaya, Plt. Mangku adat benua Mangku Kamit, Pe’ Rio Sepuh, Rangga Jati Benua Jaya Sempurna, Rangga Jati Benua Mangku Kamit, Hulujurong benua Mangku Kamit, Domong Paser, dan beberapa jajaran pengurus Ketumenggungan Meliau Hilir dan Tanjung Bunut. Dayak Tobag merupakan kekerabatan Raja Tungkat Rayat sejak hadirnya Patih Batu Antik di abad ke 13 dalam keluarga Benua Lancak (Dayak Tobag). Ikatan semakin kuat sejak Raja Hulu Aik ke 49 mendirikan tiang bendera keramat sebagai simbol kekeluargaan Raja Tungkat Rayat. Inilah yang menjadi dasar, bahwa komunitas Dayak Tobag senantiasa hadir dalam setiap prosesi ritual yang diselenggarakan Kerajaan Hulu Aik.