Latar belakang: mitologi dan sejarah terkait tradisi menuba termuat dalam kisah asal muasal Adat Pati Nyawa (dalam Buku Mitos dan sejarah adat Dayak Tobag).
Menurut tutur lisan yang disampaikan leluhur dan pedahulu, Tradisi Nuba’ bukan sekedar sebagai salah satu cara berburu ikan. Dalam tradisi menuba, menuba bukan asal atau sembarang menuba, misalkan menggunakan tuba apa saja. Dalam tradisi adat Dayak Tobag, tradisi Nuba’ mengunakan bahan aktif tuba, bahannya dari alam atau dalam hal ini dikenal dengan tuba akar. Bagian daun dari tanaman tuba ini juga acap kali digunakan untuk obat (herbal), dengan dosis yang dianjurkan sangat baik untuk membantu kesehatan manusia.
Dengan adanya aturan menuba menurut adat, maka ada unsur ritual yang menjadi suatu kewajiban dilakukan oleh masyarakat adat. Menurut tradisi lisan, dilakukannya tradisi Nuba’ juga untuk membasmi hama air dan tanah (hama yg merusak ekosistem).
Ketentuan-ketentuan terkait pelaksanaan menuba, sebagai berikut:
- Penentuan tempat menuba (terkait putaran waktu menuba, pemeriksaan kondisi sungai/tempat yang boleh dituba).
- Amar menuba oleh Mangku adat atau Pati adat wilayah Benua (terkait yang boleh ikut serta, waktu, aturan, hukum dan larangan).
- Aturan teknis menuba (Pengurus/Pelaksana tradisi menuba, alat buru, alat transportasi, dan tata cara berburu).
- Pupu/biris menuba.
- Ritual menuba (awal melakukan tradisi menuba).
Menurut adat, Danau atau atau telaga tak boleh dituba. Mengapa? Danau atau telaga tidak mempunyai arus yang cukup deras. Arus deras bertujuan membatasi jangkauan atau area yang dilakukan untuk melaksanakan tradisi menuba. Jadi danau atau telaga bukan tempat yang tepat untuk dijadikan kategori tempat dilaksanakan tradisi menuba.
Bila menuba tidak mengikuti tradisi dan ritual menuba, tentu akan ada akibat dan dampaknya. Apa-apa saja dampak dan akibatnya, seperti sebagai berikut:
- Kena sanksi Adat.
- Hubungan dengan komunitas menjadi tidak harmonis.
- Adat mengutuk dan Alam akan merespon negatif prilaku menuba tidak mengikuti tradisi ritual.
- Roh alam dan leluhur bisa murka bila merusak habitat akibat asal menuba.
Contoh menurut mitologi terkait prilaku bangsa Kamang yang tidak mengikuti aturan menuba, berakhir dengan hukuman. Adat telah mengatur batasan-batasan dalam kehidupan masyarakat adat.
Sumber: catatan bpk. D. Dulanang Yones dan Arianto; Beginjan, 12 Sept 2004.


