
LMA Dayak Tobag melakukan Kunjungan Kerja ke PT. Perkebunan Nusantara IV Region V Meliau, pada tanggal 12 Maret 2026 di Desa Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Pihak Management PTPN IV menerima kedatangan rombongan LMA Dayak Tobag di Mess Tamu. Kunjungan ini selain silahturahmi, juga membahas berbagai hal terkait Masyarakat Adat dan Wilayah Adat yang menjadi konsen LMA Dayak Tobag.
Pada kesempatan ini LMA Dayak Tobag yang hadir: Ketum LMADT sekaligus Patih Mangku Adat, Bendahara Umum LMADT sekaligus Patinggi Hulujurong, Ketua Pemuda Dayak Tobag sekaligus Rangga Hulujati, Mangku Adat Benua Kamit dan jajarannya. Pihak Management PTPN IV Region V dihadiri General Maneger, Manager Pabrik, Manager Kebun dan beberapa staff Kebun dan Pabrik.
Patih Mangku Adat berterima kasih kepada Management PTPN IV, berkenan menerima kunjungan kerja LMADT, dan memperkenalkan jajaran Pengurus LMADT yang hadir. Patih juga menyampaikan wilayah kerja LMADT terutama di wilayah kebun dan lokasi Pabrik yang berada didalam wilayah adat Dayak Tobag. Patih mengharapkan adanya keseimbangan tenaga kerja di management PTPN baik ditingkat pimpinan dan staff. LMADT selalu mengedepankan asas kekeluargaan dalam penyelesaian masalah, dan diupayakan masalah besar akan diperkecil, masalah kecil akan dihilangkan. Semua itu adalah upaya untuk menjaga agar perusahaan nyaman, masyarakat adat pun nyaman juga.
GM PTPN IV minta maaf atas perubahan waktu yang semula tgl 9 Maret 2026 dikarnakan agenda dan halangan duka. GM mempersilahkan LMA Dayak Tobag menyampaikan saran dan usulan ke Pihak Management. Pihak PTPN IV terbuka untuk masyarakat disekitar wilayah kerjanya.
Patinggi Hulujurong @ K. Ejanto mengapresiasi adanya keterbukaan dan langkah pihak Management PTPN IV. Rangga Hulujati @ F.Yance yang juga Ketua Panitia Pembangunan Rumah Singgah atau Dango Singkap, meminta dukungan yang sepantasnya mengingat kebutuhan biaya Pembangunan Rumah Singgah yang cukup besar. Pihak Panitia akan mengajukan Proposal 3 tahap selama 3 tahun kedepan. Huluda3mpar Benua Mangku Kamit @ Bondan sekaligus Sekretaris Panitia Rumah Singgah mengingatkan agar Perusahaan memberikan insentif bagi Pemimpin dalam Struktur Adat (Patih, Mangku, Tumenggung, dan Jaya), dan harus ada asas keadilan demikian juga dalam rekruitmen tenaga kerja.
Mangku Adat Benua Kamit @ D. Midin, meminta PTPN IV lebih memperhatikan masyarakat adat yang terdampak. Tumenggung Adat Desa Meliau Hilir menyampaikan 5 hal diantaranya:
- Rekruitmen tenaga kerja harus terbuka dan utamakan putra setempat.
- Sarana dan prasarana air bersih bagi wilayah yang terdampak.
- insentif bagi pengurus lintas sektoral bagi Pengurus Adat dan Kawil harus jelas, dan harus adanya Humas PTPN dari masyarakat adat Dayak Tobag.
- Penyelesaian masalah harus melalui Hukum Adat terlebih dahulu.
- Agar management memperhatikan karyawan dari masyarakat adat yang telah lama mengabdi.
Tumenggung Adat Kepadong (Keleka, Pasir, Kedondong) akan terus berkoordinasi, dilapangan akan mulai melakukan pengawasan diwilayah amar kuasanya.
Rangga Dukuh @ Linus mengharapkan PTPN lebih memperhatikan jalan didusun Munggu Kompas di afdeling 3. Pesirah RT I Temurak @ Mario mengharapkan informasi rekruitmen lebih terbuka khusus dimasyarakat adat.


GM PTPN IV Region V berterima kasih atas masukan yang disampaikan. Pihak manajemen akan mengupayakan langkah yang terbaik untuk semua kalangan. Terkait Proposal Rumah Singgah, sudah diajukan kekantor pusat, agar bisa mendukung dengan angka proporsional. Manager Kebun akan memeriksa kembali terkait jalan, mengenai insentif akan diperiksa dan sesuaikan lagi via bapak Udan, mengingat adanya penambahan satu Tumenggung dan perubahan lainnya; Rekruitmen akan kita informasikan lebih lanjut. Manager Pabrik akan memeriksa kembali terkait sanitasi dan air bersih, dan akan melakukan langkah setelahnya dan dalam pelaksanaanya tentu akan berkomunikasi dengan kawil setempat.
Notulen dibacakan Bapak Udan staff management kebun, dan kemudian dilanjutkan penyerahan Proposal dan Profil LMA Dayak Tobag. Acara kunjungan ditutup dengan sesi Poto bersama.






